Selasa, 08 Mei 2018

Pengantar Sistem Informasi Kesehatan


Pengantar Sistem Informasi Kesehatan
Definisi System Informasi Kesehatan adalah  Sekumpulan komponen yang bekerja sama menghasilkan informasi (fakta/data) untuk mencapai tujuan yaitu meningkatkan manajemen pelayanan kesehatan
Tujuan :
Ø   Meningkatkan manajemen pelayanan kesehatan
Ø   Mengetahui tingkat status kesehatan masyarakat
Ø   Sebagai dasar evidence based bagi sistem kesehatan
Ø   Sebagai dasar dalam proses pengambilan keputusan dalam manajemen kesehatan
Kedudukan Puskesmas, Dinkes dalam SIK
Kedudukan Puskesmas dalam sistem kesehatan Kabupaten
§    Kedudukan dalam bidang administrasi :
ú    Puskesmas merupakan perangkat Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota dan bertanggung jawab langsung baik teknis maupun administratif kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
§    Kedudukan dalam jenjang sistem rujukan pelayanan kesehatan:
ú    Pada urutan tingkat pelayanan kesehatan dalam sistem rujukan, Puskesmas berkedudukan pada tingkat fasilitas pelayanan kesehatan pertama.
Kedudukan Puskesmas, Dinkes dalam SIK
Kedudukan dalam sistem kesehatan secara nasional
Puskesmas berkedudukan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan nasional.
Kedudukan dalam sistem pembangunan nasional
Puskesmas berkedudukan sebagai salah satu unsur pembangunan dalam bidang kesehatan yang terdepan dan yang pada dasarnya saling tergantung satu dengan lainnya dengan unsur pembangunan sektor terkait di tingkat kecamatan.
SP2TP (Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas)
Ada 2 jenis pencatatan kegiatan Puskesmas, yaitu :
§    Pencatatan di dalam gedung Puskesmas
     Pencatatan di dalam gedung Puskesmas membutuhkan Kartu Tanda Pengenal Keluarga (KTPK), Kartu Status Perorangan dan beberapa Buku Register.
§    Pencatatan di luar gedung Puskesmas
     Pencatatan di luar gedung Puskesmas menggunakan beberapa Buku Register.
SP2TP (Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas)
1.        Laporan harian untuk melaporkan kejadian luar biasa penyakit tertentu.
2.        Laporan mingguan untuk melaporkan kegiatan penyakit yang sedang ditanggulangi
3.        Laporan bulanan untuk melaporkan kegiatan rutin progam.
SP2TP (Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas)
Laporan Puskesmas Sentinel
§    Puskesmas-puskesmas yang telah ditetapkan untuk pemantauan program tertentu selain mengirimkan laporan seperti yang telah disebutkan diatas, juga mengirimkan laporan sentinel seperti :
§    LB1S untuk data penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) dan Penyakit Diare,
§    LB2S untuk data KIA, Gizi, ISPA dan Penyakit Akibat Kerja
Konsep Dasar Sistem dan Sistem Informasi
•          Sistem : sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan unatuk mencapai suatu tujuan
•          Elemen Sistem:
•          tujuan,
•          masukan,
•          keluaran,
•          proses,
•          mekanisme pengendalian, dan
•          umpan balik.
Tujuan Sistem
•          Setiap sistem memiliki tujuan (goal)
•          Tujuan berfungsi sebagai pengarah sistem
•          Tiga tujuan utama SI (Hall, 2000):
•          untuk mendukung fungsi kepengurusan manajemen,
•          untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen,
•          untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan
Masukan
•          segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan untuk diproses
•          Masukan dapat berupa hal-hal berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah, sedangkan contoh yang tidak berwujud adalah informasi (misalnya permintaan jasa dari pelanggan).
•          Pada sistem informasi, masukan dapat berupa data transaksi, dan data non-transaksi (misalnya surat pemberitahuan)
Proses
•          Bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran
•          Pada sistem informasi, proses dapat berupa suatu tindakan seperti:
•          Meringkas data,
•          Melakukan perhitungan,
•          Mengurutkan data, dll
Keluaran
•          Merupakan hasil dari pemrosesan
•          Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya
Sistem informasi kesehatan
nasional (siknas)
Prinsip
1.      Pemanfaatan TIK à Untuk mendukung sistem informasi dalam proses pencatatan data agar dapat meningkatkan akurasi data dan kecepatan dalam penyediaan data,  meningkatkan efisiensiproses kerja serta memperkuat transparansi.
2.   Keamanan dan Kerahasiaan data. .
3.   Standarisasi  à Agar SIK terstandar perlu menyediakan pedoman nasional untuk pengembangan dan pemanfaatan TIK.
4.  Integrasi à      SIK yang dikembangkan dapat mengintegrasikan berbagai macam sumber data,termasuk pula dalam pemanfaatan TIK.
5. Kemudahan akses à    Data dan informasi yang tersedia mudah   diakses oleh semua pemangku kepentingan.
6. Keterwakilan. Data dan informasi
Tujuan dan sasaran
•      Tujuan:
Terselenggaranya SIK yang terintegrasi dengan memanfaatkan TIK oleh seluruh pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah sehingga proses kerja lebih efisien, transparan dan mampu menyediakan informasi yang handal dalam mendukung pembangunan kesehatan.
    
   TEKNOLOGI TEPAT GUNA DALAM PELAYANAN
KEBIDANAN
PENGERTIAN
       Teknologi tepat guna adalah Suatu alat yang sesuai dengan kebutuhan dan dapat berguna sesuai     dngan fungsinya.
     Dampak Teknologi Tepat Guna
     positf : Dengan adanya teknologi tepat guna dalam kebidanan, maka masyarakat akan mendapat kemudahan dalam menjaga kesehatan yang lebih efisien dan efektif.
     Teknologi yang ada, dapat membuat kegiatan khususnya di dalam kebidanan akan lebih sederhana dan mudah
     Negative: Jika penggunaannya teknologi tepat guna tidak sesuai dengan lingkup yang memerlukan maka itu akan sia-sia.
     Contoh penggunaan USG di daerah pedalaman, disana tidak orang yang mengelolanya dan tidak sesuai dengan kebudayaan masyarakat disana.
     Dengan ketidak tepatan penggunaan alat tersebut maka akan berdampak buruk terhadap pasien.
Contoh : penggunaan USG pada pasien dengan cara-cara yang tidak tepat. Penggunaan teknologi 
     pada daerah pedalaman pedalaman dengan tenaga yang tidak ahli akan menimbulkan resiko terhadap pasien.
     Contoh : penggunaan USG pada pasien dengan cara-cara yang tidak tepat. Penggunaan teknologi 
     CIRI-CIRI TEKNOLOGI TEPAT GUNA
     Mudah diterapkan, mudah dimodifikasi, Untuk kegiatan skala kecil, Padat karya, Sesuai dengan perkembangan budaya masyarakat, Bersumber dari nilai tradisional, Adaftif terhadap perubahan lingkungan
     MANFAAT TEKNOLOGI TEPAT GUNA
     1. Meningkatkan tara hidup dan  kesejahteraan masyarakat
     2. mempermudah dan mempersingat waktu pekeraan tenaga kesehatan dan klien
     3 mayarakat mampu mempelajari menerapkan memelihara teknologi tepat guna tersebut
     4. lebih cepat di tangani oleh tenaga kesehatan
     5. hasil diagnose akan lebih akurat, cepat dan tepat
     FUNGSI TEHNOLOGI TEPAT GUNA
1. Alat kesehatan yang digunakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat
     2. Biaya yang digunakan cukup rendah dan relatif murah
     3. Tehnis cukup sederhana dan mampu dipelihara
     4. Mengurangi Kesalahan dalam mendiagnosisi suatu penyakit

      
      
      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar